Tahun Pertaruhan

Ilustrasi upaya Reformasi Polri di 2026 -Dibuat dengan AI-

Oleh: Dahlan Iskan

OKU EKSPRES.COM- Hari ini kita memasuki tahun pertaruhan. Tinggal tahun ini tersedia kesempatan untuk mengejar banyak ketinggalan.

Tahun depan sudah mulai masuk tahun politik. Masuk siklus politik baru. Tahun lalu masih disebut tahun politik –sisa-sisa siklus lama.

Selama setahun kemarin energi habis untuk melakukan bagi-bagi kekuasaan: yang lama masih harus dapat apa, yang baru harus mulai dapat apa.

Tahun depan segala langkah sudah akan sangat dipenuhi perhitungan politik.

Berarti harapan untuk mulai bisa menerapkan prinsip meritokrasi di negeri ini lenyap lagi. Tidak ada harapan sama sekali. Tidak ada lagi ruang untuk memulai melakukannya –seberapa sadar pun kita bahwa itulah kunci kemajuan negara: seperti sudah dibuktikan di Tiongkok.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Satu-satunya harapan yang masih tersisa adalah: reformasi Polri. Sebenarnya ini tidak adil bagi Polri. Seolah Polri-lah yang dianggap paling rusak, sehingga perlu yang pertama direformasi.

Tapi memang sulit kalau harus mereformasi sekaligus semua sektor yang rusak. Itu namanya revolusi. revolusi biasanya hanya bisa dilakukan oleh level kolonel.

Padahal jika hanya punya satu Prof Jimly Asshiddiqie dan satu Prof Mahfud MD. Keduanya bukan lagi kolonel.

Satu reformasi ini saja ramainya sudah akan luar biasa. Bisa jadi tahun 2026 sepenuhnya menjadi tahun heboh ''Reformasi Polri''.

Akhir bulan ini tim itu sudah harus finalisasi konsep reformasinya. Berarti di tahun baru hari-hari ini pun tim Jimly sangat penuh agenda silaturahmi reformasi.

BACA JUGA:260 Disway

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan