Gegeran Gergeran

Pertemuan PBNU di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Jalan Kedungtarukan, Surabaya. -Istimewa-

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Pertemuan yang di Lirboyo itu dahsyat. Kiai-kiai ”bintang sembilan” hadir –termasuk KH Ma’ruf Amin, mantan wapres, hadir via Zoom. Ketua-ketua wilayah hadir. Para ketua cabang hanya sedikit yang absen.

Hasilnya: harus islah. Dipaksa islah. Caranya: yang tidak mau islah harus meletakkan jabatan. Atau dicabut mandatnya. Batas waktu islah hanya tiga hari.

Ternyata keesokan harinya kembali heboh. Gus Yahya ke Pesantren Buntet, Cirebon. Di situ Gus Yahya merespons hasil Musyawarah Kubro di Lirboyo. Gus Yahya pun bercerita. Panjang. Detail. Njlentreh. Menurut versinya.

Begitu kuatnya penjelasan Gus Yahya sehingga yang menontonnya bisa langsung memihaknya. Sangat runtut dan logis. Menurut kesan saya: kubu rais aam ”habis” di situ.

Begitu jelasnya kronologi itu sehingga Gus Yahya heran mengapa masih ada pihak yang menyebut diri netral. ”Kan sudah sangat jelas siapa yang salah dan siapa yang benar.” Kira-kira begitu penjelasannya.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

”Kalau pemecatan saya itu dianggap sah, sama dengan menganggap saya ini kafir harbi yang layak dibunuh,” ujar Gus Yahya.

Maka, katanya, islah yang akan dilakukan harus jelas dulu, siapa yang salah dan siapa yang benar. Setelah itu, baru islah.

Sejak menyimak video itu, saya menjadi pesimistis: islah ini islah bersyarat. Maka, saya ragu islah bisa berlangsung –seberapa kuat pun tekanan dari Lirboyo.

Apalagi, hari itu juga, video Gus Yahya itu disambut oleh kubu rais aam –juga lewat video. Kiai Miftachul Akhyar berpendapat bahwa pemecatan Gus Yahya adalah sah dan tidak melanggar aturan organisasi. Lalu, pertemuan Lirboyo dianggap sebagai ”pertemuan informal” yang tidak punya kekuatan organisatoris untuk dilaksanakan.

Itulah sebabnya, Kiai Miftach tidak menghadiri Musyawarah Kubro di Lirboyo. Sebenarnya ia sendiri ingin hadir. Tapi, ia diingatkan bahwa tidak ada kewajiban secara organisasi harus hadir.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan