Hipertensi: Ancaman Senyap yang Dapat Memicu Penyakit Jantung Koroner
Ilustrasi Hipertensi -istock-
OKU EKSPRES.COM- Hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer karena kerap berkembang tanpa menimbulkan keluhan yang jelas. Meski pengidapnya sering merasa sehat, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan serius dan menetap pada berbagai organ vital, seperti jantung, ginjal, pembuluh darah, mata, hingga otak. Ironisnya, pada sebagian besar kasus, penyebab pasti hipertensi tidak dapat diketahui secara spesifik.
Para ahli menduga bahwa tekanan darah tinggi berkaitan erat dengan pola hidup dan pola makan yang kurang sehat. Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang benar-benar menyembuhkan hipertensi. Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk mengontrol tekanan darah agar tetap berada dalam batas normal, sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.
Hubungan Hipertensi dengan Penyakit Jantung Koroner
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat berdampak langsung pada kesehatan jantung. Kondisi ini berisiko memicu berbagai gangguan kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, pembesaran jantung, hingga gagal jantung. Oleh karena itu, hipertensi dikenal sebagai salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung.
Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah koroner, yaitu pembuluh yang bertugas menyuplai darah ke jantung. Kerusakan ini memicu terjadinya aterosklerosis, yakni penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang membentuk plak. Seiring waktu, plak akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah, bahkan dapat menimbulkan penyumbatan mendadak.
BACA JUGA:5 Makanan Pantangan bagi Penderita Hipertensi, Nomor 3 Sering Dikonsumsi
BACA JUGA:Kapan Obat Diperlukan Oleh Penderita Hipertensi dan Bagaimana Pengelolaannya?
Ketika aliran darah ke jantung terhambat, pasokan oksigen pun menurun. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti nyeri dada, sesak napas, gangguan irama jantung, pingsan, hingga risiko kematian mendadak.
Dampak Hipertensi terhadap Kinerja Jantung
Selain merusak pembuluh darah, tekanan darah yang tinggi juga memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Beban kerja yang berlebihan ini menyebabkan otot jantung menebal dan kehilangan elastisitasnya.
Berbeda dengan otot tubuh lain yang bisa menjadi lebih kuat saat menebal, penebalan otot jantung justru menurunkan kemampuan jantung dalam memompa dan menampung darah. Akibatnya, pengidap dapat mengalami mudah lelah, sesak napas, pembengkakan pada kaki atau hati, gangguan irama jantung, hingga kematian secara tiba-tiba.
Kondisi ini menegaskan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat sebelum terjadi komplikasi serius.
BACA JUGA:Waspada! Anak Juga Bisa Mengalami Hipertensi, Ini Penyebabnya