Pulang ke Bandung Saat Natal, Augie Fantinus Kumpul Keluarga hingga 50 Orang
Pulang ke Bandung saat natal, Augie Fantinus kumpul keluarga hingga 50 orang. -Instagram @augiefantinus-
OKU EKSPRES.COM - Meski telah lama menetap dan beraktivitas di Jakarta, presenter sekaligus aktor Augie Fantinus tetap memilih pulang ke kampung halaman untuk merayakan Natal bersama keluarga di Bandung.
Bagi Augie, kembali ke Bandung pada momen-momen penting sudah menjadi keharusan, terlebih karena dirinya merupakan anak bungsu yang kini tinggal jauh dari orang tua.
Di tengah kesibukan pekerjaan, Natal selalu menjadi waktu yang ia prioritaskan untuk berkumpul bersama keluarga.
“Karena kami bertiga bersaudara dan saya yang paling bungsu sekaligus tinggal di Jakarta, memang tidak bisa sering ke Bandung. Jadi kalau momen besar seperti Natal, itu sudah wajib pulang,” kata Augie Fantinus saat ditemui awak media di kawasan Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru, Kapolres OKU Timur Pantau Pos Pengamanan
BACA JUGA:Pastikan Natal Kondusif, Pemkab OKU Timur dan Polres Tinjau Pengamanan Gereja
Ia pun mengungkapkan bahwa suasana Natal di keluarganya selalu berlangsung ramai dan hangat. Pasalnya, anggota keluarga besar yang hadir setiap perayaan Natal jumlahnya bisa mencapai puluhan orang.
“Biasanya ada tukar kado dan kumpul bareng keluarga besar, mulai dari kakak, mama, sampai saudara-saudara. Kalau kemarin dihitung-hitung, mungkin bisa sampai sekitar 50 orang yang berkumpul di Bandung,” ujarnya.
Menariknya, meski berkumpul dalam jumlah besar, keluarga Augie tidak memiliki tradisi khusus terkait hidangan Natal.
Berbeda dengan kebanyakan keluarga yang menyiapkan menu tertentu, keluarganya justru lebih fleksibel soal makanan.
BACA JUGA:Pantau Ibadah Malam Natal 2025, Pastikan Gereja Aman dan Kondusif
BACA JUGA:Tanpa Perayaan Mewah, Gisella Anastasia Pilih Natal Sederhana dan Penuh Syukur
“Kalau soal makanan, enggak ada yang wajib. Kadang hari pertama makan Padang, hari berikutnya baru campur-campur, bisa Chinese food atau yang lain. Jadi enggak ada menu khusus yang harus selalu ada,” jelas Augie.
Menurutnya, kebiasaan tersebut justru membuat perayaan Natal terasa berbeda setiap tahunnya. Ia bahkan kerap tidak mengetahui menu apa yang akan disajikan hingga benar-benar tiba di Bandung.