Puisi Ayah

Puisi Ayah-Istimewa-

dan diam-diam mengemas sesak di dada...seperti baju lama yang tak pernah ingin dilipat...

Saat ini ada laki-laki yang mencintaimu...tapi biarkan papa memahamkan dia...bahwa pernah ada cinta untukmu yang tak mampu ia lampaui...

Reski...meski dunia nanti mengikat waktumu...

Ingatlah...hati papa akan selalu menjadi tempat kembalimu seletih apa pun...

Selalu ada ruang kosong di hati papa...

Ada pintu yang tidak pernah dikunci...karena kaulah kuncinya..

Jendela rumah kecil kita selalu tersenyum...untuk setiap langkahmu yang ingin pulang...

untuk setiap rindu yang kau lantunkan dalam doa...

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Reski...bagaimana pun kau pergi...hati papa tidak pernah benar-benar melepaskan...hanya belajar menyembunyikan rindu

dalam kata yang paling sederhana...“Hati-hati ya, Nak.”

"Berjalanlah dengan nafasku dan keridhaanNya".

***

Begitu lulus fakultas teknik (sipil) Universitas Hadanuddin Makassar, sang ayah, Adrin, diterima sebagai pegawai negeri. Yakni di Kementerian Pekerjaan Umum.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan