Anwar Ali

Anwar Ali-Istimewa-

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

GNI telah jadi gula yang didatangi semut tanpa komando. GNI sendiri ternyata tetap beroperasi. Pun ketika induk GNI telah bangkrut: Jiangshu Delong Nickel Industries.

Rupanya restrukturisasi akibat kebangkrutan itu bisa dilakukan. Induknya bangkrut tapi anak-anaknya yang masih menguntungkan bisa ikut pemilik baru.

Kami terus berkendara menuju ibu kota Morowali: Bungku. Kalau tidak ke sini saya tidak tahu kalau ibu kota Morowali itu bernama Bungku. Masih satu jam lagi di depan.

Tiba di kecamatan Wosu, suami Mega menunjuk satu rumah bagus di pinggir jalan: "itu rumah Pak Anwar Hafid", katanya.

Anwar adalah gubernur Sulteng saat ini. Ia mantan bupati Morowali. Dua periode. Di Pilgub tahun lalu ia mengalahkan Ahmad Ali, politikus Nasdem yang kini jadi ketua harian Partai Solidaritas Indonesia, PSI.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Orang manakah Ahmad Ali?

"Rumahnya di sebelah rumah Anwar Hafid tadi. Hanya selisih lima rumah," ujarnya. Berarti di Pilgub yang lalu dua calonnya tokoh yang bertetangga dekat di Wosu. Anwar dapat suara 48 persen. Ahmad Ali 38 persen. Sisanya untuk gubernur incumbent: Rudy Mastura.

Waktu pencalonan gubernur itu Ahmad Ali masih pakai kendaraan Nasdem. Di kongres PSI setelah itu ia terpilih jadi wakilnya Kaesang Pangarep.

Saya pun mampir ke rumah di seberang rumahnya Ahmad Ali. Rumah berhadapan itu sama bagusnya. Sama modernnya. Sama warna catnya.

Dua rumah berseberangan itu jauh lebih bagus dari rumah Anwar Hafid.

Saya mampir karena tertarik dengan kisah hidup penghuni rumah mewah di seberang rumah Ahmad Ali itu.

BACA JUGA:Disway Malang

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan