Kementerian PU Mulai Pasang Jembatan Bailey di Aceh
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan infrastruktur jalan dan jembatan pascabencana banjir serta tanah longsor yang melanda Provinsi ACEH.-Istimewa-
Pada lintas Aceh Tengah—Nagan Raya hingga Lhok Seumot—Jeuram, jembatan Bailey diperlukan untuk memulihkan akses di Jembatan Krueng Beutong.
Kebutuhan jembatan Bailey juga tersebar di lintas Pameue—Genting Gerbang—Simpang Uning, meliputi Jembatan Krueng Pelang, Jeurata, dan Titi Merah, serta di ruas Simpang Uning—Uwaq pada Jembatan Lenang.
Sementara itu, di wilayah Gayo Lues hingga Aceh Tenggara dan Kutacane, jembatan Bailey dibutuhkan pada Jembatan Lawe Penanggalan, Lawe Mengkudu, serta dua titik badan jalan putus pada ruas Blangkejeren—batas Gayo Lues/Aceh Tenggara.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian PU memobilisasi jembatan Bailey dari berbagai sumber.
Sebanyak 10 unit Jembatan Bailey telah disiapkan, diantaranya 1 Bailey BPJN Riau ke Kutacane, 6 Bailey BBPJN Kalimantan Timur, 2 Bailey dari Depo Citeureup, dan 1 Bailey BPJN Jambi.
BACA JUGA:Keterbatasan Anggaran Usulkan Pembangunan Infrastruktur ke Gubernur
Dukungan BUMN Karya diantaranya 5 Bailey dari Adhi Karya, 3 Bailey dari Hutama Karya, dan 1 Bailey dari Nindya Karya.
Salah satu progres yang sedang berjalan adalah mobilisasi jembatan Bailey dari Balikpapan menuju Lhokseumawe.
Hingga 13 Desember 2025 pukul 09.00 WITA, di Gudang BPJN Kalimantan Timur telah dilakukan pemilihan dan pemilahan 3 set jembatan Bailey.
Sebanyak 2 set jembatan telah disusun di atas 8 truk serta 1 set lainnya sedang dimobilisasi menuju Pelabuhan Kariangau menggunakan 4 truk.