Tanpa Awak

KSOT saat uji coba berhasil menembakkan torpedo. -PT PAL-

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Kaharuddin adalah doktor perkapalan lulusan Nagasaki Institute (S-1) dan Hiroshima University (S-2 dan S-3). Disertasi doktornya ditulis dalam bahasa Jepang: sistem optimasi desain kapal.

Saat ia lulus doktor, Prof B.J. Habibie sudah tidak lagi menjabat presiden Indonesia. Kaharuddin bertahan di Jepang. Ia diincar oleh perusahaan--perusahaan galangan kapal di Jepang.

Sewaktu diterima bekerja di galangan kapal terbesar di sana, Kaharuddin berterus terang: optimasi yang ia temukan baru di tingkat laboratorium. Masih harus dibuktikan di lapangan. Maka ia minta agar penugasannya di galangan kapal tersebut bisa pindah-pindah ke setiap tahap pembuatan kapal.

Permintaan itu dipenuhi. Kaharuddin bisa mempraktikkan hasil risetnya secara menyeluruh. "Sejak dari A sampai Z," katanya. Hasilnya: pembuatan kapal lebih hemat 14 persen.

Hemat 14 persen adalah angka yang sangat besar di pembuatan kapal. Itu lompatan dalam efisiensi. Perusahaan galangan di sana sangat merasakannya.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Keluarga besar Kaharuddin sendiri adalah pelaut. Khas orang Makassar. Paman-pamannya kapten kapal. Hanya ayahnya yang marinir --terakhir berpangkat pembantu letnan satu.

Saat masih SD Kaharuddin dapat PR untuk menulis cita-cita masa depan. "Ingin bisa membuat kapal atau pesawat terbang," kenangnya. Motifnya? "Agar kalau orang tuanya akan pulang ke Makassar bisa naik kapal bikinannya".

Ibunya memang Surabaya –tempat sang ayah bertugas pertama sebagai Marinir. Belum sampai tamat SD ayahnya pindah tugas ke Makassar. Kaharuddin pun menamatkan SD, SMP, dan SMA di Makassar: SMAN 2.

Ketika masuk prodi perkapalan di Universitas Hasanuddin, Kaharudin hanya kuliah tiga bulan. Itu karena ia marah tidak diijinkan masuk lab perkapalan. Larangan itu sendiri sebagai hukuman karena ia menentang ikut Ospek penerimaan mahasiswa baru.

Ia pun merantau ke Jakarta. Ia ikut tes masuk ITB: jurusan penerbangan. Diterima. Ia juga ikut test beasiswa Habibie. Juga lulus.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan