Hype Tumbler Tuku Meledak Gegara Insiden KRL, Tapi Apa Sebenarnya Kelebihannya?
Tumbler Tuku -Istimewa-
OKU EKSPRES.COM- Tumbler Tuku belakangan ini mendadak jadi perbincangan hangat di dunia maya. Bukan hanya karena desainnya yang simpel dan estetik, tapi juga karena kisahnya yang sempat viral setelah adanya laporan kehilangan tumbler di KRL yang kemudian ramai dibahas warganet. Dari situ, banyak yang kemudian penasaran: sebenarnya apa sih yang membuat tumbler keluaran Kopi Tuku ini begitu digemari?
Sebagai brand kopi lokal yang punya tempat khusus di hati banyak penikmat kopi, Tuku sudah lama identik dengan gaya hidup santai namun sadar lingkungan. Nah, kehadiran Tumbler Tuku makin mempertegas image itu.
Varian yang paling populer saat ini adalah Stainless Handle Tuku berkapasitas 350 ml, tumbler metalik dengan pegangan kecil ergonomis yang bikin nyaman dibawa ke mana pun. Harga resminya di toko Tuku sendiri dibanderol sekitar Rp225.000. Tapi karena lagi hype berat, harga di marketplace bisa melambung hingga Rp300 ribu lebih.
Dari segi kualitas, Tuku memang nggak main-main. Tumbler stainless mereka memakai teknologi double wall vacuum insulated, dua lapisan dengan ruang hampa udara di tengahnya. Teknologi ini bukan cuma gimmick, karena efektif menjaga suhu minuman panas hingga delapan jam, dan minuman dingin tetap segar sampai 18 jam. Bagian dalam menggunakan stainless steel 304 food grade, sementara bagian luar memakai stainless 201 yang dikenal lebih tahan gores. Jadi wajar kalau banyak orang bilang tumbler ini terasa premium ketika digenggam.
BACA JUGA:Botol Plastik Ditukar dengan Tumbler
BACA JUGA:Makna Tersembunyi di Balik Warna Tutup Botol Air Mineral, Apa Pengaruhnya Terhadap Kualitas Air?
Selain varian stainless dengan pegangan, Tuku juga merilis beberapa opsi lain yang tidak kalah populer. Ada botol plastik BPA Free 600 ml yang harganya jauh lebih ramah di kantong, sekitar Rp65.000, lalu ada juga varian stainless tanpa handle seharga kurang lebih Rp200.000. Sesekali, Tuku pun merilis edisi khusus atau kolaborasi yang harganya bisa tembus Rp450.000, dan biasanya langsung ludes dalam waktu singkat