Desainnya juga sudah matang, termasuk bisa menggabungkan antara ''cantik'', kuat, aman, dan hemat energi.
Misalnya baterai: ditempatkan di bagian bawah sepeda motor agar bisa memanfaatkan udara dari depan saat motor melaju. Angin dari depan masuk deras ke lubang kotak baterai. Itu berfungsi sebagai pendingin baterai. Hasilnya: baterai lebih awet. Suhu udara di dalam baterai turun sampai 30 persen.
Polytron memang berkepentingan dengan keawetan baterai. Itu karena penjualan motor listrik Polytron pakai sistem sewa baterai. Harga motor menjadi lebih murah. Sudah bisa bersaing dengan sepeda motor bensin.
Memang pembeli masih harus bayar sewa baterai secara bulanan tapi nilai sewanya masih lebih murah dari biaya sebulan membeli bensin.
Polytron sudah menemukan model bisnis penjualan motor listrik di Indonesia. Tinggal satu lagi yang masih harus diperjuangkan: bagaimana bisa membangun sebanyak mungkin stasiun charging.
BACA JUGA:Disway Gratis
Kalau bagian ini sudah bisa dilewati Polytron tinggal menuai panennya. Perjuangan Polytron dalam merintis industri motor listrik sudah sangat panjang. Sudah menjadi haknya untuk berhasil.
Perhatikan merek-merek motor listrik yang lain: mereka masih pada tingkat dikendalikan oleh kelas pedagang. Bukan oleh kelas industriawan.
Pedagang punya sifat hit and run. Tidak perlu investasi fondasi. Juga tidak perlu mikir terlalu ke depan. Tinggal beli suku cadang lalu dirakit secukupnya.
Pedagang berangkat dari nol. Industriawan berangkat dari minus yang dalam. Industriawan harus membangun fondasi.
Cara berpikir industri juga jauh lebih ke depan. Pun Polytron: sudah memikirkan apa yang akan terjadi delapan tahun lagi: kelak harus melakukan apa. Khususnya di bidang baterai.
BACA JUGA:Disway Malang
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1
Delapan tahun lagi baterai itu sudah tidak efisien lagi untuk sepeda motor. Harus diganti. Bekasnya, yang belum perlu dibuang, akan dikemanakan atau dipakai apa.
CEO Polytron Ir Hariono membisikkan bocoran konsep masa depan baterai itu. Masih rahasia. Tapi begitu mendengar bisikan itu saya langsung paham.