In Five

Selasa 16 Jun 2026 - 18:50 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Eris Munandar

Topik satunya: bagaimana Anunoby bisa tiba-tiba ada di belakang Fox yang sedang melalukan layup dan menggagalkannya.

Begitulah permainan olahraga. Kalau saja Anunoby tidak jadi siluman hari itu puja-puji tentu untuk Fox. Tapi karena gagal ganti caci-maki untuknya.

Tentang layup yang dilakukan Fox sebenarnya sudah sangat benar. Setelah dekat ke ring Knicks ia meloncat dengan tumpuan kaki kirinya, lalu satu tangannya "meletakkan' bola di bibir ring. Itulah layup yang klasik. Bukan slam dunk. Tingkat keberhasilannya hampir mutlak: ketika belum ada Anunoby.

Kata "meletakkan" bola itu cocok untuk Amerika karena tubuh dan loncatan mereka tidak memerlukan lagi ''melemparkan'' bola.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Anda perlu melihat video viral yang saya sertakan di sini sebelum pertandingan kelima itu. Di situ sejumlah anak muda kulit hitam New York berdoa pakai bahasa Arab. Doa beneran. Allahuma in five! Doa yang seru karena sekaligus humor politik yang lucu: wali kota New York adalah Muslim sekaligus fans Knicks: Zohran Mamdani.

Bahkan setelah juara pun ada meme dari Cucu Pak Iskan untuk grup keluarga:

Orang New York Fans Knicks,

Wali kotaku Muslim,

Bagel (makananku) Yahudi,

Paus ada di pihakku,

Knicks in Five!

(Dahlan Iskan)

Kategori :