Tentu membawa ''stetoskop'' seperti itu ke transmisi 275 kV tidak semudah ke gardu induk. Tinggi tower listrik 275 kV sekitar 30 meter. Tinggi kabel di tengah antara dua tower bisa 18 meter. Lokasinya pun kadang di gunung. Kadang di hutan. Tapi kini sudah tertolong oleh teknologi: drone. Sudah waktunya PLN membeli banyak drone berkamera infrared.
Jangan-jangan sekarang pun PLN sudah memilikinya hanya mungkin belum merata sampai Sumatera.
BACA JUGA:Disway Gratis
Putus kabel tidak seperti putus cinta: hanya dua yang menderita. Putusnya konduktor tegangan tinggi ibarat tekanan darah tinggi: merembet ke mana-mana. Meski yang putus konduktor antara Jambi-Riau yang menderita empat provinsi. Ini antara lain karena tidak imbangnya pasok listrik di Sumatera.
Sumber listrik terbesar di Sumatera adalah dari Sumsel. Anda sudah tahu kenapa: Sumsel kaya batu bara. Sebagian listrik untuk Sumatera Utara-Aceh-Riau dikirim dari Sumsel: lewat transmisi 275 kV. Transmisi ini ibarat jalan tol listrik.
Di zaman Orde Baru ''jalan tol'' ini dibangun antara Lampung-Sumbar-Sumut lewat sisi barat Sumatera. Zaman itu Sumatera sisi timur belum berkembang.
Belakangan, wilayah Riau-Jambi berkembang jauh lebih pesat dari sisi barat. Keperluan listriknya meningkat drastis. Maka di suatu masa yang Anda sudah bisa menduga diputuskanlah untuk membangun ''jalan tol listrik'' yang lebih besar di sisi timur Sumatera.
BACA JUGA:Disway Malang
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1
Kalau transmisi di sisi barat 275 kV, yang di sisi timur itu 500 kV --bisa mengangkut listrik hampir dua kali lipatnya.
Dengan demikian Sumatera punya dua ''jalan tol'': dua lajur di sisi barat, empat lajur di sisi timur. Dua-duanya sama: dari Lampung sampai Aceh --hanya saja sebagian belum jadi.
Dua "jalan tol" itulah yang harus dihubungkan di bagian tengahnya. Maka dari gardu induk Aur Duri (''tol barat'') dibangunlah transmisi 275 kV ke arah pantai timur, ke gardu induk Garuda Sakti (di jalur 'tol' timur). Agar lebih fleksibel. Bisa saling membantu bila terjadi kepadatan arus.
Di jalur itulah, di salah satu sambungan kabelnya, putus.
Akibatnya listrik dari Sumsel yang dikirim ke Sumut lewat Garuda Sakti terputus di Aur Duri. Selama ini perjalanan listrik dari Sumsel ke Aceh itu memang lewat Garuda Sakti - Aur Duri - Payakumbuh - terus ke utara sampai Sumut dan Aceh. Arus listrik itu dibelokkan dulu ke barat karena ''jalan tol'' sisi timur belum selesai dibangun sampai Sumut.
BACA JUGA:260 Disway