Kelapa Gading

Rabu 06 May 2026 - 21:03 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Eris Munandar

Rupanya Kelapa Gading, Bekasi, dan Serpong adalah fondasi yang kuat bagi perkembangan cepat selanjutnya. Berarti Summarecon cukup sabar: perkokoh dulu tiga fondasi itu. Biar benar-benar kuat. Sampai tunggu selama 40 tahun. Agar bisa dipakai lompatan tinggi oleh generasi kedua.

Discovery terdiri dari 12 ruang pajang. Belum termasuk toko suvenir. Salah satu ruangan penting bagi saya adalah: dipajangnya prestasi-prestasi Summareconers di situ. Prestasi itu terkait dengan peningkatan kualitas hunian. Semuanya berupa teknologi terapan. Tepat guna. Sekaligus solusi bagi masalah yang dihadapi sehari-hari di lapangan.

Misalnya: alat pengecek apakah lantai rumah di Summarecon dipasang dengan benar atau tidak. Summareconers menemukan alat seperti mainan anak-anak masa lalu: tongkat beroda. Roda itu menggerakkan alat pemukul berupa bola golf. Di mainan anak-anak yang dipukul adalah gendang mini di atas roda. Di Summarecon, pemukul itu memukul keramik di lantai.

Maka petugas cukup mendorong tongkat beroda itu keliling lantai rumah baru. Pukulan yang digerakkan roda itu menimbulkan suara. Dari suara keramik bisa diketahui apakah di bawahnya ada rongga. Rongga itu akan menyebabkan keramik pecah di masa depan.

"Kami mendapat 15 hak paten," ujar Adhi. Sertifikat patennya juga dipajang di situ.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Di Summarecon rupanya bekerja pun harus sambil berpikir. Itu pula yang pernah saya sampaikan waktu berkunjung ke proyek jalan tol tersulit di Indonesia: Semarang-Sayung –arah Demak. Melihat tingkat kesulitannya rasanya lima doktor bisa lahir dari proyek itu. Juga beberapa hak paten.

Mereka harus terus melakukan penelitian atas tingkat kesulitan yang begitu tinggi: di bawah lokasi proyek itu seperti tidak ada dasar. Hanya air dan lumpur. Sedalam apa pun. Lokasi itu seperti sudah menjadi perluasan laut Jawa ke arah selatan. Akhirnya diputuskan untuk menggunakan fondasi bambu yang diapungkan.

Tentu penggarapannya akan sangat lama. Mungkin karena tidak sabar kemarin beredar video seolah jalan tol Semarang-Sayung-Demak sudah bisa dilewati. Di video itu terlihat mulusnya. Juga indah pinggir lautnya. Memang akan seperti itu kalau jadi. Kelak.

Di ruang lain Discovery ditampilkan perjalanan hidup sang pendiri. Tapi Soetjipto dikenal sebagai orang yang sangat low profile. Anda sudah tahu: nama Soetjipto jarang dikibar-kibarkan. Hanya sesekali muncul di daftar salah satu dari 50 orang terkaya Indonesia.

Tapi perancang Discovery tidak habis akal. Diciptakanlah sosok Soetjipto dan istri lewat artificial intelligence. Lalu dibuatkan videonya. Misalnya saat Soetjipto-AI main tenis dan berenang. Begitulah AI bisa menggambarkan perjalanan hidupnya secara lengkap.

BACA JUGA:Disway Malang

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

"Apakah beliau pernah berkunjung ke sini?"

"Tentu pernah. Beberapa kali. Sering juga membawa tamu ke sini," ujar Adhi.

Kategori :