Yang belum ada: tafsir berdasarkan pendekatan zaman modern. Ia beralasan betapa zaman sudah berubah. Betapa kebutuhan masyarakat sudah sangat berbeda. Betapa generasi millennial perlu tafsir yang bisa menjawab zaman mereka.
Maka Agus tergerak untuk menulis tafsir dengan pendekatan baru: Ulul Albab. Itulah nama karyanya itu: Tafsir Ulul Albab.
Sudah tiga jilid ia selesaikan: juz 1, juz 2, dan juz 3. "Jilid empatnya sudah selesai ditulis. Tapi belum sempat diterbitkan. Masih di dalam komputer beliau," ujar Citra.
Ia sudah menerbitkan lebih 60 buku tasawuf modern. Lalu menerbitkan tafsir modern.
BACA JUGA:Disway Malang
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1
Saat dalam perjalanan dakwahnya, badannya panas. Tubuhnya menggigil. Diobati tidak sembuh. Ia masuk rumah sakit: besannya dokter spesialis di Unair. Bisa tertangani dengan baik.
Kecurigaan umum para dokter jelas: ada virus atau infeksi. Panas dan demam bersumber dari sana. Tapi berbagai pemeriksaan tidak ditemukan virus apa pun. Tidak terjadi infeksi di bagian mana pun.
Ada tambahan keluhan: cegukan. Berkepanjangan. Berhari-hari. Minggu. Bulan. Juga tidak ditemukan penyebabnya. Saya sampai ikut bertanya sampai ke berbagai AI. Jawab AI: ada orang yang cegukan selama 63 tahun. Di Amerika. Tidak apa-apa. Sampai orang itu kawin cerai tiga kali –mungkin istrinya merasa terganggu.
Jawaban AI itu saya forward kepadanya: bisa buat hiburan orang sakit. "Umur saya sekarang 63 tahun," katanya. "Kalau saya harus cegukan selama 63 tahun berarti saya baru akan meninggal di umur 126 tahun," guraunya.
BACA JUGA:260 Disway
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Agus memang suka bergurau. Ia murah senyum. Juga rendah hati –mungkin terbawa tasawufnya itu. Ia tidak mudah menegur orang –apalagi memvonis seseorang.
Istrinya sendiri tidak dipaksa bangun ketika waktu subuh tiba. Ibu rumah tangga perlu istirahat yang cukup. Apalagi dia usaha di bidang makanan dan perkuean. Waktu sang istri bangun kaget. Matahari sudah terbit.
Melihat istrinya bangun Agus baru minta agar dia salat subuh. "Matahari sudah terbit," kata sang istri. "Tidak apa-apa. Salat saja," kata Agus. "Di kawasan lain matahari belum terbit," tambahnya.
Sang istri, Anna Ratnawati, juga bercerita Agus tidak pernah minta dia masuk Islam. Juga tidak pernah memaksa mengajari ngaji Quran.