Setelah akhirnya kencing Zhou campur darah izin operasi diberikan. Terlambat. Zhou En Lai meninggal dunia.
Harusnya negara berduka: pendiri republik meninggal dunia. Tapi tidak. Justru Mao mengeluarkan larangan acara apa pun yang menunjukkan simpatikepada Zhou. Lama-lama rakyat tahu Zhou En Lai sudah meninggal dunia.
Beberapa bulan kemudian, ketika datang haricingbing, puluhan ribu rakyat berkumpul di Tian An Men. Mereka menyatakan duka pada Zou En Lai. Orang Tionghoa di mana pun melakukan ziarah kubur di haricingbing. Mereka ziarah kubur Zhou di lapangan Tian An Men. Tidak hanya rumah Zhou yang jadi museum. Di kota Huai An juga dibangun patung raksasa Zhou. Di belakang patung itu dibangun museum besar Zhou En Lai.
BACA JUGA:260 Disway
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Perjalanan Zhou dipaparkan di meseum itu. Termasuk saat hadir di KAA Bandung. Saat saya tiba di bagian KAA Bandung saya melihat beberapa foto Zhou di KAA itu. Terlihat pula tokoh-tokoh dunia. Tapi tidak terlihat sama sekali Bung Karno.
Maka saya usul di dalam hati. Bagaimana kalau Bu Mega menugaskan staf mencari foto Zhou bersama Bung Karno, lalu mengirimkannya ke museum di Huai An itu. Tanpa Bung Karno tentu meseum itu seperti ada yang kurang. Apalagi ada kemiripan nasib di akhir hayat Zhou dan BK. Baik sakitnya maupun dukanya.(Dahlan Iskan)