Imlek Banteng

Minggu 01 Mar 2026 - 16:43 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Eris Munandar

Di akhir kampanye besar itu, menjelang senja, terjadilah bentrokan fisik yang sangat berdarah. Pemilu tinggal tujuh hari di depan. Nama PPP diharapkan hancur.

Saya sudah lupa: apakah akhirnya Golkar bisa menang di ibu kota –yang biasanya selalu kalah.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Sekian tahun lagi kemudian saya dengar Lapangan Banteng dibenahi. Jadi taman kota. Di zaman gubernur DKI Anies Baswedan Lapangan Banteng dipercantik. Tapi saya tidak tahu apakah bisa secantik Helga.

Akhirnya saya tahu. Malam itu. Baru malam itu. Kamis malam lalu. Bersama Helga saya ke Lapangan Banteng. Mobil berhenti di depan gerbang depan Hotel Borobudur.

Saya terpana.

Sepanjang jalan depan hotel itu dihias. Gemerlap. Penuh lampion. "Kita buat seperti Orchard Road," ujar Helga. Maksudnyi: Orchard Road Singapura di waktu malam di waktu Imlek.

Lalu kami memasuki gerbangnya. Ada plasa luas di situ. Plasa itu diubah: dijadikan semacam museum Imlek. Museum terbuka. Saya merasa sayang kalau semua ini dibongkar dan dibuang setelah bazar imlek ini selesai. Saya perhatikan pengerjaannya bagus-bagus. Profesional.

Kami terus melangkah ke tengah lapangan bertaman itu. Ternyata ada danau buatan. Penuh air jernih. Danaunya kecil tapi cantik. Sekecil-kecil danau masih lebih besar dari kolam besar. Ada plasa beratap artistik di salah satu sisinya. Ada panggung besar di seberangnya.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Harap Disway Group Bisa Jadi “Agama Baru”, Menpora Minta Dukung Program Olahraga dan Kepemudaan

BACA JUGA:Disway Gratis

Air adalah lambang kelembutan. Damai. Teduh. Kekejaman Lapangan Banteng di masa lalu seperti sudah lama ditenggelamkan ke dalam air danau buatan itu.

Di plaza yang di tepi danau itulah puncak acara imlek dilaksanakan nanti malam. Di panggung seberang danau itulah Presiden Prabowo akan berpidato. Di panggung itu pula sejumlah tari dan nyanyi dipertunjukkan –jangan-jangan presiden akan nyanyi spontan malam nanti.

Danau itu dibangun di dekat ikon utama Lapangan Banteng: patung pembebasan bangsa. Salah satu dari banyak patung yang pembangunannya diprakarsai Bung Karno.

Patung di situ menggambarkan seorang laki-laki yang dengan semangatnya mematahkan rantai besi yang membelenggu kedua tangannya: bebas dari penjajahan Belanda.

Kategori :