Sebenar KDRT

Senin 16 Feb 2026 - 20:27 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Eris Munandar

BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1

Marah itu lama-lama reda sendiri. Yang membuat reda adalah kenyataan berikutnya: saya dengar cucu Pak Iskan itu punya pabrik sepeda. Tepatnya: perusahaan desain sepeda. Pabrik sepedanya bisa di Taiwan, di Shenzhen, di Dongguan, di mana saja. Tapi ia yang menentukan desainnya. Lalu dirakit di Indonesia.

Hobi sepedaan itu juga melahirkan event-event yang memberi dampak pada pariwisata di dalam negeri. Termasuk event yang membuat cucu menantu Pak Iskan merasakan KDRT: Mainsepeda East Java Journey.

Definisi ''kerja keras'' ternyata sudah berubah di mata generasi baru. Apalagi di generasi yang lebih baru lagi. Mungkin Saya sudah tidak paham apa definisi kerja keras di masa ini.

Saya sendiri tetap kerja keras menurut definisi lama: harus berkeringat, harus belepotan lumpur, harus berterik matahari.

"Saya juga berkeringat, berlumpur, dan berterik matahari," gurau cucu Pak Iskan suatu ketika. Ia pun menunjukkan foto sepedanya yang penuh lumpur saat ikut event di negara bagian Kansas, Amerika Serikat. Ia mengatakan itu seperti sambil promo sepedanya. Mereknya: Wdnsdy.

BACA JUGA:260 Disway

BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan

Ia sendiri tidak pernah mengakui semua itu tergolong KDRT terhadap istri. Ia memilih kata yang lain: ''School of Suffering'' –sekolah penderitaan. Lalu apa bedanya? (Dahlan Iskan)

Kategori :