Hubungan para Miss itu sangat erat di Cimory. Sudah seperti keluarga. Mereka harus ikut berpenghasilan tinggi. Bukan hanya untuk kemajuan Cimory juga untuk kemajuan keluarga mereka.
Lebih konkretnya: Bambang ingin agar mereka mampu membiayai anak sampai jadi sarjana. "Setiap kali ada anak Miss Cimory yang diwisuda sarjana kami merayakannya," ujar Fikri.
Fikri punya istri asal Pare, Kediri. Dua anaknya dimasukkan di Kampung Inggris di Pare –tidak jauh dari rumahnya.
BACA JUGA:260 Disway
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Setelah bicara dengan Fikri saya beralih bicara dengan wanita di sebelahnya: Fanya Alfacia Arafat. Masih jomblo. Asal Lampung Utara. Prestasi terbaiknyi di Cimory adalah juara head of area. Yakni saat Fanya menjadi manajer area Bali.
Fanya bisa dibilang ''anak nenek''. Sejak umur lima tahun dia sudah dikirim ke rumah neneknyi yang sendirian di Kotabumi --setelah suami, tentara, meninggal dunia.
Di Kotabumi, Fanya sekolah SMA. Lalu masuk fakultas teknologi pertanian di Universitas Negeri Lampung. Sebagai best head area Fanya dikirim ke Singapura. Ke Malaysia. Dan kini jabatannyi naik menjadi head of region –membawahi Bali dan Lombok.
Cimory telah menggizikan anak-anak Indonesia lewat keberhasilan motto-nya: Cara Baru Makan Susu!
Istilah ''makan susu'' muncul karena produk Cimory –rasa apa pun– sangat cocok untuk olesan makan roti! Utamanya roti tawar.
BACA JUGA:Disway Gratis
Secara marketing istilah ''makan susu'' juga unik dan kontradiktif. Bagi Cimory susu tidak lagi hanya disedot dan diisap –tapi juga dimakan. (Dahlan Iskan)