BACA JUGA:Disway Malang
BACA JUGA:Event Disway Mancing 2024, Wartawan TVRI Raih Juara 1
Ketika datang pesanan baru Yusuf panik: nilainya USD7.000. Pemesannya Ratna Dewi, orang Jakarta. Yusuf tidak mampu tapi tidak bisa menolak. Ia mencoba menghubungi Ratna Dewi. Tidak direspons. CS juga sudah membantu menghubungi pemesan. Juga tidak ada respons.
Ketika saat pesanan jatuh tempo akhirnya Yusuf dianggap wanprestasi. Melanggar aturan. Dapat peringatan keras. Kejadian seperti itu berulang. Yusuf tidak mampu memenuhi pesanan. Juga tidak bisa kontak pemesan --untuk minta penurunan nilai order.
Akhirnya toko Yusuf ditutup. Ia sendiri sudah agak lama ingin menutup tokonya. Toh kelak bisa buka lagi, kapan saja.
Setelah toko ditutup Yusuf mengurus e-wallet-nya. Kan ada sejumlah uang di e-wallet --dari pembayaran-pembayaran sebelum itu. Nilainya USD20.000.
Maka Yusuf menghubungi Customer Service (CS) SPS: ingin mencairkan uangnya.
BACA JUGA:260 Disway
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Yusuf kecewa: ternyata ia tidak bisa mencairkannya. Hanya toko yang punya poin 100 yang bisa mencairkan uang di e-wallet. Poin Yusuf tinggal 93 --akibat dua kali tidak komit dengan pemesanan.
Masih ada jalan agar Yusuf bisa mencairkan uang USD20.000 di e-wallet. Yakni harus menambah poin menjadi 100 lagi. Caranya: membeli poin. Harga satu poin USD1.000. Berarti Yusuf harus mencari uang USD7.000. Sulit.
Yusuf menceritakan kesulitannya itu ke si dia. Dia mengatakan bisa membantu tapi hanya USD3.000. Bentuknya pinjaman. Itu pun dengan syarat Yusuf sudah memasukkan uang USD2.000 ke SPS Commerce.
Yusuf pontang panting mencari uang sekitar Rp 25 juta rupiah. Gagal.
Dua minggu kemudian Yusuf bisa dapat pinjaman USD1500. Yusuf kembali kontak si dia. Akan dibantu. Yusuf pun menghubungi CS. Ternyata sudah tidak bisa lagi. Ups... Masih bisa. Syaratnya: harga poin sudah naik. Menjadi USD2.000 per poin. Tentu Yusuf tidak mampu.
BACA JUGA:Disway Gratis