Rasanya Megawati kalah dalam permainan catur empat dimensi lawan Jokowi kala itu. Entah Trump kali ini. Yang jelas, rasanya, Mamdani juga terlihat tidak ingin menang sendiri. Ia begitu matang: bisa menempatkan diri di depan Trump; di depan presiden; di lokasi Gedung Putih pula.
Cara Mamdani berdiri, caranya menaruh tangan, cara ia bicara, anggukan-anggukan kecil kepalanya, ekspresi wajahnya sama sekali tidak ada cacat. Itu justru menambah simpati publik pada Mamdani.
BACA JUGA:260 Disway
BACA JUGA:Disway Network dan B Universe Jalin Kemitraan
Pun ketika Mamdani menyela pembicaraan Trump, caranya menyela sangat intelektual dan proporsional. Misalnya ketika Trump menyampaikan banyak juga pengikutnya yang memilih Mamdani. Dengan celetukan hanya tiga kata Mamdani menyela kalimat Trump itu dengan tepat: "one of ten" –dengan mimik wajah yang datar.
Itu berbeda sekali dengan cara Zelenskyy memotong pembicaraanTrump. Bikin Trump lebih marah. Lalu memaki Zelenskyy. Sedang celetukan Mamdani tidak membuat Trump terganggu.
Ada juga wartawan yang usil ke Trump. Terutama terkait dengan banyaknya ancaman pengusaha besar yang akan kabur dari New York. Terutama kalau Mamdani terpilih.
"Apakah Anda akan menyukai New York?"
"Iya," jawab Trump. "Terutama setelah pertemuan tadi," tambahnya. Berarti pertemuannya dengan Mamdani sangat mengesankannya.
Anda sudah tahu: Trump sudah lebih dulu meninggalkan New York. Pindah KTP ke Florida. Padahal ia lahir di New York dan mulai jadi konglomerat dari New York.
BACA JUGA:Disway Gratis
Mamdani sendiri setelah itu pergi ke pulau di laut Karibia yang masuk wilayah Amerika Serikat. Mamdani salat Jumat di situ. Di Centro Islamico del Caribe. Yakni di Masjid Ebadur Rahman. Itu salah satu masjid di San Juan, ibukota Puerto Rico.
Apa hubungannya?
Warga Puerto Rico adalah warga negara Amerika Serikat. Meski secara formal ibu kota Puerto Rico adalah San Juan, tapi ibu kota ''sebenarnya'' adalah New York.
Lebih satu juta orang Puerto Rico tinggal di New York –terbanyak di luar Puerto Rico. Mereka yang tinggal di New York City umumnya memilih Mamdani. Ini bagian dari ''main catur dua dimensi'' bagi Mamdani.